Pandemi Covid-19 Jadi Momentum untuk Promosikan Energi Bersih



JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral ( ESDM) Arifin Tasrif kembali menekankan pentingnya peranan energi baru terbarukan (EBT) terhadap sumber energi nasional. Pasalnya, Indonesia memiliki potensi EBT mencapai 400 Giga Watt (GW).


“Sangat penting bagi kami untuk mengatur sistem pemanfaatan energi. Kami melakukan langkah-langkah strategis dalam mengatur (pemanfaatan) energi ini," ujarnya dalam gelaran The 11th Clean Energy Ministerial Meeting (CEM11) and The 5th Mission Innovation (MI-5), Rabu (23/9/2020).


Sebagaimana diketahui, pemerintah telah menetapkan target 23 persen EBT dalam bauran energi Indonesia tahun 2025. Indonesia juga berkomitmen untuk mengurangi emisi hingga 29 persen pada 2030 dan 41 persen sesuai dengan skenario mitigasi.


Oleh karenanya, pandemi Covid-19, disebut dapat menjadi momentum bagi pengembangan EBT.


“Pandemi Covid-19 hendaknya dapat menjadi momentum bagi kita semua untuk mempromosikan energi bersih, energi terbarukan, dan efisiensi energi,” kata Arifin.


Lebih lanjut, Arifin menyebutkan pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk mendongkrak EBT.


Langkah pertama adalah optimalisasi penggunaan sumber energi domestik. Dalam hal ini adalah mendorong penggunaan energi terbarukan, misalnya dengan mengganti pembangkit listrik tenaga diesel dengan sumber energi bersih, seperti gas dan energi terbarukan.


"PT PLN tengah meluncurkan program konversi dari pembangkit listrik bertenaga diesel menjadi energi terbarukan dengan kapasitas 2 GW di lebih dari 2.000 lokasi di seluruh negeri," tutur Arifin.


Lalu, pemerintah juga akan melakukan efisiensi energi, baik di sisi suplai maupun permintaan. Efisiensi dilakukan dengan mendorong implementasi target efisiensi energi pada gedung dan industri.


Selanjutnya, optimalisasi EBT juga akan dilakukan untuk meningkatkan rasio elektrifikasi dari 84,3 persen menjadi 98,8 persen, khususnya untuk mendukung program elektrifikasi di daerah terluar dan terpencil.


"Saat ini kami sedang membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung terbesar di Waduk Cirata, Jawa Barat, dengan kapasitas 145 Megawatt (MW). Proyek ini akan meningkatkan bauran energi di sistem kelistrikan Jawa-Bali secara signifikan," jelasnya.


"Kami juga mendorong penggunaan clean coal technology dan biomass co-firing with coal untuk mengurangi emisi," imbuhnya.


Selain itu, Indonesia disebut memiliki sumber biomassa yang sangat besar, yakni dari hutan, pertanian, dan sampah, yang sangat penting digunakan sebagai energi alternatif pengganti sumber energi fosil.


Dengan mengembangkan biofuel, Indonesia secara bertahap mengurangi penggunaan sumber energi fosil dengan biodiesel dan membangun green refinery untuk memaksimalkan potensi sawit yang dimiliki.


“Kami berkomitmen untuk berkolaborasi dalam mendukung pemulihan ekonomi dunia, meredakan dampak pandemi, dan mempercepat transisi energi bersih secara global,” ucapnya.


1 view

Sentra Industri TerpaduTahap 3

Jl Pantai Indah Selatan 1, Kamal Muara

Jakarta Utara,  DKI Jakarta 14470

Call

+62 812 1060 8866(WA)

Copyright © 2023

by YUNDAsolar

All rights reserved